Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2011

PENGHARAPAN YANG TERAKHIR

PENGHARAPAN YANG TERAKHIR

Percikan wangi-wangi surga kian jauh
Penghambaanku masih belum kutambah
Siang dan malam telah engkau atur untukku berserah
Seisi alam telah menghamparkan diri untuk tempatku menyembah

Aku lengah dan terbuai
Bujukan nafsu semakin menguntai
Sadarku semakin terbengkalai
Bisikan syetan terus mengintai

Sadarku belum terbangun
Tetesan embun telah di ujung daun
Saatku hendak terbangun…
Titipan usia mulai menjadi pikun

Kuasakan diriku untuk berfikir
Menyemangati dengan berzikir
Kuserahkan semua hidupku untuk yang terakhir
Mengharap bahagia di Yaumul Akhir…

Oleh: Nayrus El Rayyan
Rivan’s Merawang, Minggu 07 Februari 2010
20:22 WIB

Kamis, 07 Juli 2011

KAKI-KAKI RINDU


KAKI-KAKI RINDU


Pijar-pijar tapakan kaki
Mengitari bumi tanpa henti
Tanamkan niat dalam hati
Meski harus mendaki puncak yang tinggi

Keikhlasan harus selalu menemani
Saat nafas hendak berhenti
Karena manusia tiada yang abadi
Walaupun tembok membentengi

Kaki-kaki rindu yang menghiasi
Tuk menapaki ridho ilahi
Mengharap pintu-pintu Jannati
Terbuka untuk kumasuki

Ya Allah ilahi rabbi …
Jadikan hamba manusia yang berserah diri
Untuk taat dan terus mengabdi
Hingga akhir hayatku nanti


By: Nayrus al-‘Alim el-Rayyan
Rivan’s Merawang, Jum’at 05 Februari 2010
18:41 WIB, ba’da magrib

MENANTI HADIRMU


MENANTI HADIRMU


Rintik gemerincik deruan hujan
Dimalam yang sepi seorang diri
Melayang jiwaku dalam angan
Menanti hadirmu di sisi

Tak mungkin itu terwujud
Meski letih dengan bersujud
Biar hati terus hanyut
Sampai nadi tak lagi berdenyut

Begitukah penantian ini
Terus sabar menahan diri
Tuk bertemu dengan bidadari
Mengharap ridha menyertai

Mampukan hati bertahan
Menanti berhentinya hujan
Hingga hadirmu mengobati kesepian
Untuk diriku yang sendirian


By: Nayrus al-‘Alim el-Rayyan
Rivan’s Merawang, Minggu 14 Februari 2010
21:57 WIB

Minggu, 01 Mei 2011

Kesunyian


KESUNYIAN


Langkah demi langkah telah ku lewati
Menyisir jalanan sepi penuh onak duri
Kedipan mata seolah tak terkendali
Meski telah ku obati sepenuh hati

Air mata mengalir terus membasahi pipi
Tak kuasa tuk membendung perasaan hati
Meski telah ku coba menghibur diri
Namun ia tetap tak bisa terobati

Sungguh sunyi hidup ini
Tanpa kekasih yang mendampingi
Apakah di sana sama seperti diriku yang menanti
Mengharap hari yang lama berganti

Bila nanti tiba saat yang dinanti
Bahagiakah engkau berada di sisi
Jalani cinta sehidup semati
Meski dunia tak ada lagi


Rivan’s Merawang, Senin 01 Februari 2010
Oleh: Nayrus El Rayyan

Rabu, 27 April 2011

Tanpa Sadar



Tanpa Sadar


Seisi hati terasa sepi
Senyap bagai pengapnya malam
Tak terlihat bayangan apapun
Gelap diselimuti kelam

Gemetar bibir tak bicara
Kata-kata tak mampu bersuara
Hanya terlihat kerutan dahi
Mengisyaratkan akan sesuatu

Luluh nadiku dalam heningnya senja
Membawa ke alam tak nyata
Lena dalam sadar yang tak terkira
Mengerutkan nafas-nafas jiwa

Lerai jiwaku dalam balutan cinta
Berganti dengan gairah asmara
Desakannya yang menggoda
Membuat hati terpesona


Oleh: Nayrus El Rayyan
Belitong, 26 Juli 2010
14:15 WIB

Pengorbanan Seorang Guru




Pengorbanan Seorang Guru

Kau ayunkan langkah dengan terarah
Di bawah langit bersinar cerah
Tubuhmu bercucuran keringat tak kau hiraukan
Demi menyelamatkan pendidikan

Meski perih dan pedih terus menghampiri
Prinsip dan tanggungjawab tetap kau pegang
Meski generasi krisis akan moral
Engkau tetap gigih untuk terus beramal

Hatimu tabah dan sabar di segala suasana
Walau dipenuhi dengan godaan dunia yang mempesona
Tak gentar meski banyak yang mencela
Tak letih walau harus menderita

Sungguh besar pengorbananmu wahai guru
Terimakasih terucap atas semua jasa-jasamu
Semoga menjadi ilmu yang berguna
Sebagai bekal untuk mengarungi dunia yang fana



Oleh: Nayrus El Rayyan
Belitong, 14 Juli 2010
09:59 WIB